hujan berangsur surut sore itu
perlahan dia mulai mengunjukkan jejarinya satu per satu..
tak pandang masih ada kawan berawan..
tak pandang sisa-sisa hujan yang ternyata belum bosan sedari pagi turun
tak pandang asap kendaraan menyetorkan diri ke untuk melubangi tameng-tameng itu
tak pandang teriakan pendosa-pendosa di akhir napasnya di tiang gantungan
tak pandang aku yang masih ingin dinginnya sore ini...
sungguh ternyata dia datang untuk menarik bahuku dari balik jendela untuk segera bangun
bangun dari mimpi-mimpi yang sedang kusiapkan plot ceritanya buat malam nanti..
akhirnya kulangkahkan diri mengikutinya, dia buka lebar-lebar mataku
(sempat) pula ia mengajakku untuk menyaksikan keindahannya yang sebentar lagi akan dia pamerkan...
kukira hanya diri ini yang narsis, pun ternyata jagoanku yang satu ini..hah...
matahari..jangan kau terlalu cepat hari ini pamit, baru saja kau muncul bukan?
tak baik meninggalkan bekas keindahan yang hanya sementara ditampakkan
tidakkah lebih baik bila anugerah Allah yang dititipkan lewatmu dinikmati lebih lama dan lama
biarlah mata ini kehabisan airnya hanya karena begitu lama menatapmu..
maukah kau?kalau kau mau, ikhlaskah kau?pun kalau kau ikhlas, sudikah engkau setiap harinya begini?
kumohon matahari...kumohon...!!!!!!